
Purwokerto, 13 November 2025 — Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat
mendorong lahirnya cabang kajian baru dalam ilmu bahasa, yaitu linguistik digital. Bidang ini
menarik perhatian para peneliti karena menawarkan pendekatan analitis berbasis teknologi
untuk memahami penggunaan bahasa di ruang digital.
Ketua Pusat Studi Bahasa dan Teknologi Universitas Nusantara, Dr. Arista Laksmi,
menjelaskan bahwa linguistik digital tidak hanya mempelajari bahasa dalam bentuk teks
daring, tetapi juga interaksi manusia dalam berbagai platform seperti media sosial, aplikasi
pesan instan, dan sistem kecerdasan buatan.
“Linguistik digital membuka peluang besar untuk melihat dinamika bahasa secara lebih cepat
dan akurat. Data yang dulunya sulit dikumpulkan kini dapat diolah menggunakan teknik big
data dan komputasi bahasa,” ujar Arista dalam seminar nasional bertajuk Bahasa di Era Digital,
Rabu (13/11).
Menurut Arista, penerapan linguistik digital telah berkembang dalam berbagai bidang, mulai
dari analisis sentimen publik, pemetaan persebaran dialek melalui data media sosial, hingga
perancangan chatbot yang menggunakan bahasa natural dengan lebih baik. Di sektor
pendidikan, linguistik digital juga dinilai mampu mendukung pembelajaran bahasa melalui
aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemendikbudristek) menyatakan komitmennya untuk memperluas riset linguistik digital di
perguruan tinggi. Pemerintah menilai bahwa kajian ini sangat penting untuk menjaga
keberlanjutan bahasa Indonesia di tengah dominasi bahasa asing dalam ruang digital.
“Kami mendorong universitas untuk mengembangkan pusat riset linguistik digital. Kajian ini
bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman,”
ujar Direktur Pembinaan Bahasa, Dr. Wira Santoso.
Penguatan kajian linguistik digital diharapkan mampu membantu pemerintah dalam
merumuskan kebijakan kebahasaan yang lebih responsif terhadap perkembangan komunikasi
modern. Dengan dukungan teknologi, para peneliti dapat memantau perubahan bahasa dengan
lebih sistematis, termasuk perkembangan kosakata baru, pola komunikasi remaja, dan
fenomena bahasa gaul yang muncul di internet.
Seiring meningkatnya penggunaan media digital di masyarakat, linguistik digital diprediksi
akan menjadi salah satu bidang kajian yang paling cepat berkembang dalam kajian ilmu bahasa.
Para ahli menilai bahwa pemahaman bahasa di ruang digital menjadi kunci untuk menjaga
identitas linguistik nasional sekaligus memanfaatkan teknologi untuk mendukung literasi
masyarakat.
Editor: Sinta Rahmawati
