Purwokerto – Platform gim Roblox kini tak lagi sekadar ruang bermain anak-anak. Menyambut Ramadan 2026, platform ini berubah menjadi tempat berlangsungnya acara yang berkaitan dengan bulan suci Ramadan, mulai dari konser religi dan ruang kajian virtual yang diikuti ratusan pemain dari berbagai daerah.
Pada 19 Februari 2026, sehari setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan 1 Ramadan, penyanyi religi Haddad Alwi menggelar konser virtual di dalam Roblox. Acara tersebut berlangsung di peta (map) Ahquote Land yang dirancang khusus untuk menyambut bulan suci.
Melalui avatar masing-masing, para pemain menyaksikan Haddad Alwi membawakan banyak lagu termasuk “Rindu Muhammadku”. Meskipun sempat terdapat kendala karena peta yang dirusak oleh cheater, konser tetap dilangsungkan selama 2 sesi pada menjelang berbuka puasa dengan tata panggung digital dan fitur interaksi antarpemain yang menghadirkan pengalaman konser yang berbeda dari pertunjukan fisik.
Antusiasme penonton terlihat dari banyaknya pemain yang bergabung saat konser berlangsung. Namun, tak sedikit juga pemain yang merasa kecewa karena tidak dapat menonton secara langsung karena konser dilangsungkan di peladen pribadi pihak ahquote untuk meminimalisir kembali terjadinya kerusuhan yang disebabkan oleh cheater.
Fenomena ini bukan yang pertama di Roblox. Sebelumnya, musisi Indonesia seperti Danilla Riyadi dan Idgitaf juga pernah menggelar konser virtual di platform yang sama. Namun, konser religi dalam momentum Ramadan baru pertama kali dilangsungkan sehingga menghadirkan nuansa berbeda.
Tak hanya konser, kegiatan Ramadan di Roblox juga diisi dengan kajian Islam virtual yang diselenggarakan oleh detik.com. Kajian tersebut dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap Rabu, Kamis, dan Jumat selama Ramadan.
Dalam sesi tersebut, peserta berkumpul di peta tertentu untuk mendengarkan tausiyah, membaca doa bersama, hingga berdiskusi melalui fitur percakapan. Konsep ini dinilai mampu menjangkau generasi muda yang akrab dengan dunia gim dan media sosial.
Perubahan ini menunjukkan pergeseran fungsi ruang digital. Jika selama ini kegiatan keagamaan identik dengan masjid atau majelis taklim, kini aktivitas serupa dapat berlangsung di dunia virtual dengan pendekatan yang lebih interaktif.
Integrasi teknologi dan nilai spiritual ini menjadi cerminan bagaimana Ramadan tidak hanya dirayakan secara tradisional, tetapi juga melalui inovasi digital. Ke depan, tren religi digital diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ruang daring.
