
Rektor IPB University, Arif Satria, menyampaikan harapannya agar perguruan tinggi di Indonesia, termasuk IPB, dapat berkembang menjadi innopreneurial university. Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, 24 Oktober 2024, Arif menyampaikan kepada Medcom.id bahwa konsep ini penting untuk memperkuat peran kampus dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan inovatif dan kewirausahaan yang kuat. Menurut Arif, di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah dan tantangan global yang semakin kompleks, perguruan tinggi perlu mengubah pendekatan pendidikan mereka. Dengan menjadi innopreneurial university, kampus dapat menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya melalui inovasi yang relevan dan berdampak pada masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, Arif mengajak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbudristek) untuk mendukung transformasi ini, agar kampus-kampus di Indonesia lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan dunia industri dan kewirausahaan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di pasar global tetapi juga memacu kampus untuk menjadi pusat inovasi yang berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi nasional.
Dalam hal ini, Menteri Diktisaintek diharapkan mampu membuat kebijakan yang mendorong penguatan kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah sehingga tercipta lingkungan belajar yang mendukung inovasi berkelanjutan. Melalui program seperti inkubasi bisnis, start-up mahasiswa, dan pelatihan berbasis proyek nyata, kampus dapat menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi produk atau layanan yang bermanfaat di pasar. Transformasi ini diyakini akan membantu meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat global serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.