Tradisi Rewanda Bojana: Festival Jamuan Makan untuk Monyet di Desa Cikakak Banyumas

(sumber: postingan instagram pada akun @rewanda.bojana)

Purwokerto- Setiap tahun, Desa Cikakak di Kecamatan Wangon selalu tampak semarak ketika Festival Rewanda Bojana digelar. Tradisi budaya ini menjadi daya tarik bagi warga maupun wisatawan yang datang untuk menyaksikan prosesi persembahan hasil bumi kepada ratusan monyet ekor panjang yang hidup di sekitar Masjid Saka Tunggal.

Pada tahun ini, festival dilaksanakan pada 26 Oktober 2025 dengan arak-arakan 13 gunungan berisi buah-buahan, sayuran, serta hasil bumi lainnya menuju kawasan hutan di sekitar masjid. Persembahan tersebut menggambarkan bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Tradisi Rewanda Bojana juga menegaskan wawasan budaya masyarakat Cikakak mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan makhluk lain. Nama “Rewanda” berarti kera dalam bahasa Jawa, sedangkan “Bojana” dalam bahasa Sanskerta bermakna jamuan makan, menunjukkan pesan bahwa manusia dan satwa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Festival ini menunjukkan peran aktif masyarakat dalam melestarikan tradisi lokal melalui persiapan gotong-royong, mulai dari pengumpulan hasil bumi hingga kirab budaya. Tradisi ini tidak hanya dijaga sebagai warisan leluhur, tetapi juga dikembangkan menjadi aset budaya desa.

Selain itu, kegiatan ini mengajarkan kepedulian terhadap satwa liar. Dengan berbagi hasil bumi kepada monyet saat musim kemarau, masyarakat menjaga keseimbangan alam sekaligus mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa.

Kirab budaya dengan iringan kesenian tradisional seperti kentongan dan tarian rakyat juga meriah dalam festival ini. Setelah gunungan ditempatkan di titik-titik tertentu di kawasan hutan, monyet-monyet segera turun dan menikmati makanan yang disediakan, menghadirkan momen unik yang menghibur para pengunjung.

Lebih dari sekadar upacara adat, Festival Rewanda Bojana menjadi wujud nyata komitmen masyarakat Cikakak dalam menjaga kearifan lokal sekaligus memajukan pariwisata budaya di Banyumas.

Editor : Nasya Rahmadani

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *