Bus Trans Banyumas yang sedang melaju. (Dok. Pribadi)
Purwokerto–Di tengah kebutuhan mobilitas pelajar dan pekerja yang terus meningkat, kehadiran Trans Banyumas menjadi alternatif transportasi umum yang menjanjikan tarif terjangkau dan fasilitas memadai. Sistemnya menyerupai bus rapid transit (BRT) dengan halte khusus dan pembayaran non-tunai menggunakan kartu elektronik.
Trans Banyumas beroperasi melalui empat koridor utama, yaitu Terminal Ajibarang–Pasar Pon (Koridor 1), Terminal Notog–Terminal Baturraden (Koridor 2), Terminal Bulupitu–Kebon Dalem (Koridor 3A/3B), serta koridor terbaru yang mulai beroperasi pada 2026 dengan rute Terminal Bulupitu–Alun-alun Banyumas–Terminal Kejawar–Kota Lama. Penambahan koridor menunjukkan adanya pengembangan layanan untuk menjangkau lebih banyak wilayah.

Dari sisi tarif, layanan Trans Banyumas tergolong ramah di kantong. Penumpang umum dikenakan biaya Rp3.900, sedangkan kategori tarif khusus (pelajar, lansia, disabilitas) Rp2.000. Sistem pembayaran dilakukan secara non-tunai melalui kartu uang elektronik atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Untuk menggunakan Trans Banyumas, penumpang menunggu bus di halte sesuai koridor tujuan dengan melihat rute di peta halte atau aplikasi Mitra Darat. Saat bus tiba, pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu uang elektronik atau QRIS sebelum duduk di kursi. Setibanya di halte tujuan, penumpang menunggu pintu dibuka sebelum turun dengan tertib.
Fasilitas di dalam bus terdiri dari sabuk pengaman, kursi prioritas, alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca, pendingin udara (AC), tempat sampah, peta jaringan transportasi, hingga kamera Closed Circuit Television (CCTV) untuk menunjang keamanan. Standar keselamatan dasar telah tersedia dan dapat digunakan penumpang saat diperlukan.
Brian, salah satu penumpang, menilai fasilitas tersebut menjadi daya tarik utama Trans Banyumas. “Fasilitas bus yang sudah nyaman menurutku perlu dipertahankan karena itu jadi salah satu alasan utama kenapa Trans Banyumas nyaman digunakan,” ujar Brian saat wawancara (3/3/2026).

Pendapat serupa disampaikan Fadila, penumpang lainnya yang rutin menggunakan layanan ini untuk berangkat sekolah. Ia menilai kondisi armada cukup bersih dan terawat. Keberadaan CCTV turut memberikan rasa aman tambahan, walaupun tanggung jawab atas barang bawaan tetap berada pada masing-masing penumpang.
Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, layanan ini belum sepenuhnya tanpa catatan. “Harapannya, bakal ada evaluasi untuk sopir-sopir bus karena beberapa oknum terkadang masih berkendara secara ugal-ugalan,” ucap Fadila saat wawancara (3/3/2026). Evaluasi dan pengawasan terhadap standar pelayanan pengemudi dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, Trans Banyumas menawarkan kombinasi tarif terjangkau, sistem pembayaran praktis, serta fasilitas keselamatan yang memadai. Peningkatan konsistensi pelayanan dan pengawasan operasional diperlukan agar layanan ini tidak hanya terjangkau, tetapi juga semakin aman dan nyaman bagi seluruh penumpang serta pengguna jalan lainnya.
Editor: Fadhilah Salma Labibah
