
Jakarta – Sebuah kafe di Bali menjadi sorotan publik setelah menyajikan minuman matcha dalam kemasan yang menyerupai kantong infus medis. Video penyajian minuman tersebut viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai konsep tersebut unik dan kreatif, namun tidak sedikit yang menganggap penggunaan atribut medis sebagai kemasan minuman kurang tepat dan berpotensi menimbulkan kontroversi.
Dalam video yang beredar, minuman matcha tampak dikemas dalam plastik transparan menyerupai cairan infus lengkap dengan selang dan tiang penyangga seperti peralatan medis di rumah sakit. Pada kemasan tersebut terlihat tulisan yang menyerupai penamaan produk infus dan mencantumkan nama yang dikaitkan dengan PT Otsuka Indonesia. Hal ini memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan keterlibatan perusahaan farmasi tersebut dalam produksi maupun distribusi kemasan tersebut.
Menanggapi viralnya unggahan itu, PT Otsuka Indonesia melalui Direktur Human Capital and Corporate Communication, Sudarmadi Widodo, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa produk minuman tersebut bukan diproduksi maupun dikemas oleh PT Otsuka Indonesia. Perusahaan juga menyatakan tidak memiliki hubungan atau kerja sama dalam bentuk apa pun dengan pihak kafe.
“Kami sampaikan bahwa produk tersebut bukan produk Otsuka. Oleh karena itu, segala risiko yang timbul sepenuhnya bukan merupakan tanggung jawab PT Otsuka Indonesia,” ujar Sudarmadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (5/1/2026). Ia menambahkan bahwa penggunaan nama yang menyerupai produk Otsuka dilakukan di luar kendali perusahaan. Otsuka juga menegaskan tidak bertanggung jawab atas dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kemasan tersebut.
Sementara itu, pihak kafe melalui manajemen Buba Tea telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam pernyataan tertulisnya, manajemen menyebut penggunaan kemasan berlabel Otsuka terjadi akibat kekurangan dalam pengendalian internal dan tidak dilakukan secara sengaja. Mereka juga menegaskan tidak memiliki afiliasi maupun hubungan komersial dengan PT Otsuka Indonesia serta menyatakan penggunaan kemasan tersebut telah dihentikan sejak Desember 2025.
Meski klarifikasi telah disampaikan, sejumlah warganet mengaku masih mempertanyakan asal-usul kemasan yang menyerupai infus medis tersebut. Sebagian mempertanyakan bagaimana kemasan berlabel produk medis bisa diperoleh dan digunakan untuk penyajian minuman. Hingga kini, pihak kafe belum menjelaskan secara rinci sumber pengadaan kemasan tersebut.
Di sisi lain, sejumlah tenaga medis turut memberikan tanggapan atas polemik tersebut. Mereka mengingatkan agar penggunaan atribut atau simbol medis tidak dijadikan sekadar gimmick pemasaran karena berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat. Para medis juga mengimbau pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan aspek etika serta keselamatan publik dalam setiap inovasi produk yang ditawarkan.
Editor:
