Purwokerto — Di tengah perkembangan teknologi pembelajaran bahasa, metode drilling tetap menjadi salah satu teknik yang banyak digunakan pendidik untuk memperkuat keterampilan dasar berbahasa. Latihan berulang yang terstruktur ini dinilai membantu siswa menguasai pelafalan, intonasi, kosakata, hingga penggunaan tanda baca dengan lebih konsisten.
Dalam praktik pembelajaran modern, drilling tidak lagi dipahami sekadar pengulangan mekanis, tetapi sebagai proses pembiasaan yang membuat respons bahasa menjadi lebih otomatis. Di berbagai sekolah, teknik tersebut sering dipakai untuk mengasah keterampilan membaca dan berbicara, terutama bagi siswa yang masih berada pada tahap awal pembelajaran. Pengulangan dalam bentuk membaca nyaring, latihan pengucapan, hingga penguatan struktur kalimat terbukti membantu siswa mengenali pola bahasa dengan lebih cepat.
Penerapan drilling juga terlihat dalam pembelajaran bahasa asing. Latihan intensif pada kosakata dan pelafalan membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri ketika berbicara, sekaligus memperkuat daya ingat terhadap bentuk bunyi dan makna kata. Dalam beberapa kegiatan pembelajaran, guru mengombinasikan drilling dengan media digital seperti rekaman suara, video singkat, dan aplikasi berbasis latihan berulang agar metode ini terasa lebih kontekstual dan tidak monoton.
Tidak hanya pada bahasa asing, metode drilling juga banyak dipakai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Guru sering memanfaatkan pengulangan terarah untuk memperbaiki penggunaan tanda baca, intonasi saat membaca, serta ketepatan struktur kalimat. Teknik ini membantu siswa memahami aturan bahasa melalui pembiasaan, bukan hanya melalui penjelasan teoretis.
Meski memiliki banyak keunggulan, drilling tetap perlu dikombinasikan dengan pendekatan komunikasi dan latihan kontekstual agar pembelajaran terasa lebih hidup. Pendidik berupaya menghindari pengulangan yang terlalu kaku, dan memilih mengintegrasikannya dalam aktivitas yang lebih bermakna seperti permainan bahasa, dialog situasional, atau simulasi percakapan.
Di era modern yang penuh tantangan, metode drilling dianggap relevan karena dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pembelajaran. Baik melalui kelas tatap muka maupun platform digital, teknik ini membantu siswa membangun dasar bahasa yang kuat, sebelum melangkah ke kemampuan yang lebih kompleks. Saya berharap, dengan penerapan yang tepat, metode drilling dapat menjadi jembatan yang membuat proses belajar bahasa semakin efektif, menarik, dan menyenangkan bagi pelajar di berbagai jenjang. “ungkap sebagian pendidik”
Editor: Rahma Novia Safitri
