Impian merupakan sesuatu yang membuat hidup kita lebih berarti. Namun, selalu saja ada tantangan yang menyertai dalam perjalanan dalam menggapai mimpi tersebut. Impian bisa datang dari mana saja, baik itu terinspirasi dari orang terdekat, sebuah film, atau kisah tokoh terkenal.
Seorang mahasiswa asal Jakarta memiliki sebuah impian untuk menjadi seorang dokter. Ia sangat bersikeras dalam menggapai mimpinya itu. Namanya adalah Kazhim. Sejak kecil, ia terinspirasi untuk menjadi seorang dokter karena mendengar cerita tentang sang kakek yang berprofesi sebagai dokter pribadi Moh. Hatta. Seringkali ia mendapatkan perkataan bahwa menjadi dokter bukanlah hal yang mudah. Namun, hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk mengejar impiannya.
Pandemi menjadi titik balik dari perjalanan Kazhim dalam menggapai mimpinya sebagai seorang dokter. Pada saat itu, ia harus kehilangan ayah dan neneknya yang terkena wabah Covid-19. Hal itu menyebabkan motivasi untuk menggapai mimpinya meredup dan mengganti fokusnya untuk mengganti sosok ‘ayah’ dalam keluarganya. Sempat ia mencoba untuk mengikuti UTBK dengan pilihan UIN dan UPNVJ jurusan kedokteran, namun sayangnya usahanya tersebut gagal. Ia pun menjadi terpuruk karena kegagalan tersebut dalam UTBK ditambah melihat postingan teman-temannya yang membagikan keberhasilannya pada UTBK. Oleh karena itu, ia menghapus aplikasi Instagram untuk menghindari hal-hal yang mengganggunya.

Setelah gagal dalam mengejar jurusan impiannya, Kazhim mencoba berbagai usaha untuk meringankan beban keluarganya, seperti berjualan sambal buatannya sendiri, memulai usaha takoyaki bersama temannya, hingga menjadi YouTuber.

Harapan untuk mengejar impiannya kembali menyala setelah tantenya memberi nasihat bahwa biaya untuk pendidikan Kazhim akan dibantu olehnya jadi ia tidak perlu mengkhawatirkan perihal keuangan. Mendengar hal itu, ia kembali berusaha mati-matian untuk mengejar impian yang sempat tenggelam, mulai dari mengikuti tutor, mengerjakan Try Out UTBK, hingga mengganti strategi dalam mencapai jurusan kedokteran. Berkat usahanya tersebut, ia berhasil lolos UTBK dengan tujuan Universitas Udayana jurusan kedokteran.
Saat ini, Kazhim menjalani perkuliahannya dengan baik. Selain itu, ia mengikuti Tim Bantuan Medis (TBM) Janar Dūta, perlu diketahui TBM tersebut TBM terbaik di Indonesia. Semua usaha itu tidak luput dari dukungan orang-orang terdekatnya, seperti orang tua, keluarga dan teman-temannya.