Saat ini pembelajaran yang dilakukan pada setiap satuan pendidikan seringkali menimbulkan rasa malas untuk belajar, tak jarang anak-anak pada sekolah dasar merasakan dampaknya. Alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi masalah tersebut adalah pembelajaran dengan menggunakan musik.
Menurut artikel yang diterbitkan dalam kanal RRI, musik memiliki dampak yang baik terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar yang diperoleh akan lebih baik, sebab proses pembelajaran akan lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Dalam dunia pendidikan, musik adalah salah satu cara untuk merangsang pikiran sehingga siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik. Musik sangat baik digunakan untuk media pembelajaran karena musik mampu menyeimbangkan antara otak kanan dengan otak kiri, ini berarti menyeimbangkan antara fungsi otak kanan dengan otak kiri.

Dalam pembelajaran, agar proses belajar dapat berjalan dengan baik harus ada keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Hal ini sangat diperlukan saat mempelajari materi-materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Musik harus segera dijadikan media pembelajaran karena musik dapat merangsang kecerdasan.
Kondisi sekolah di kota sudah banyak yang menggunakan musik sebagai sarana pendidikan, namun penyebarannya tidak menyeluruh. Daerah pinggiran kota atau desa sangat jarang ada sekolah yang menggunakan musik sebagai sarana pendidikan.
Masalah yang menjadi dasar mengapa pembelajaran dengan sarana musik hanya tersebar ke kota-kota saja bukanlah kurikulum atau kebijakan pemerintah, melainkan pandangan para pendidik dan kebijakan sekolah. Seorang pendidik pada sekolah tertentu banyak yang berpandangan bahwa musik dan pembelajaran itu tidak dapat disatukan, musik memberikan arti sebagai pemecah konsentrasi.
Pandangan inilah yang harus segera diubah, karena jika tidak, maka sekolah tersebut pasti lambat laun akan tertinggal. Ada banyak contoh penerapan musik dalam pembelajaran di sekolah seperti yang akan disebutkan dalam artikel ini.
- Menghafalkan materi dalam bentuk lagu dan diiringi dengan instrumen musik
- Menjelaskan materi dengan diiringi iringan musik instrumental tanpa vokal, dengan syarat volume guru harus lebih tinggi dibandingkan musik
- Membiasakan belajar di rumah sambil mendengarkan musik

Hal-hal di atas adalah beberapa contoh pembelajaran menggunakan musik. Jika menerapkan ketiga hal tersebut maka proses pembelajaran akan menyenangkan dan tidak membosankan.
Kemudian timbul pertanyaan, apakah semua orang akan menikmati saat pembelajaran menggunakan musik? Tentu tidak semua akan cocok dengan metode pembelajaran ini. Dari beberapa artikel disebutkan mayoritas siswa akan nyaman ketika menggunakan metode pembalaran menggunakan musik. Ini bisa menjadi tolak ukur untuk penerapan pembelajaran menggunakan musik di sekolah-sekolah sekitar.
Mungkin sekarang masih banyak sekolah-sekolah yang menerapkan metode pembelajaran seperti ini karena pandangan musik yang berbeda dari para pendidik. Penulis berharap, beberapa tahun kedepan musik menjadi salah satu metode pembelajaran yang perlu diterapkan.