
PURWOKERTO — Pemerintah melalui Kementerian Sosial meluncurkan program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini menyediakan pendidikan berasrama untuk siswa SD hingga SMA, dengan seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup ditanggung negara. Model ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.
Program ini tidak hanya menawarkan pendidikan formal, tetapi juga dibekali kurikulum yang lebih luas seperti penerapan Kurikulum Merdeka yang diperkaya dengan pendidikan karakter, literasi digital, kepemimpinan, serta keterampilan hidup dan kewirausahaan. Sekolah berasrama memberi siswa lingkungan belajar yang kondusif, jauh dari tekanan ekonomi keluarga. Dengan kondisi ini, mereka dapat lebih fokus mengejar pendidikan dan membangun masa depan.
Di tingkat provinsi Jawa Tengah termasuk di kabupaten Banjarnegara, Sekolah Rakyat telah membuka kesempatan bagi banyak siswa. Pada penerimaan 2025, terdapat 1.075 siswa baru di berbagai sentra di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 75 siswa ditempatkan di Banjarnegara. Hal ini menunjukkan bahwa program ini telah menjangkau daerah dengan kondisi ekonomi menantang.
Di Banjarnegara sendiri, pemerintah daerah sedang menyiapkan lokasi permanen untuk Sekolah Rakyat agar lebih optimal di masa depan. Persiapan ini menunjukkan bahwa program tersebut bukan sekadar kebijakan jangka pendek, tetapi bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia daerah.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, banyak keluarga kurang mampu kini memiliki harapan nyata agar anak-anak mereka bisa terus sekolah sampai jenjang tinggi tanpa terbebani pendidikan dan biaya hidup. Program ini berpotensi menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Potensi tersebut dapat tercapai jika program dikelola dengan baik dan didukung infrastruktur, tenaga pendidik, serta pendampingan yang memadai.
Editor: Fadhilah Salma Labibah
