Aktivitas menggalang dana telah menjadi bagian paling utama mahasiswa yang tergabung kepanitiaan untuk menyukseskan berbagai acara, mulai dari seminar, pentas seni, atau kegiatan lainnya. Tak heran jika semester ganjil seperti sekarang ini, kerap diwarnai dengan berbagai tim kepanitiaan dari UKM maupun HIMA yang gencar bersemangat mengumpulkan dana untuk menutupi biaya operasional acara mereka.
Istilah Dana Usaha atau yang familiar disebut Danus adalah kegiatan yang melibatkan mahasiswa yang berusaha menawarkan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan. Berjualan makanan atau pakaian mungkin sudah biasa, kini di era serba digital dalam mendapatkan dana semakin inovatif yakni dengan membuka jasa paid promote. Cara kerjanya yaitu mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan akan mengunggah gambar atau poster sesuai permintaan customer (syarat dan ketentuan berlaku) di media sosial instagram. Sebenarnya cara ini lebih mudah dibandingkan berjualan di kampus, tetapi dari pelaksanaaan paid promote itu, jika ada yang telat mengunggah maka akan dikenakan denda sesuai yang sudah disepakati.
“Menurutku lebih enakan cari dana dari paid promote daripada jualan yang hasilnya ga menentu setiap harinya. Tapi paid promote juga ada kendalanya sih, terkadang kami sering di gosting customer,” ungkap Pipit salah satu panitia divisi usaha dana dan konsumsi.
Terlepas dari kendala yang ada, tentunya kegiatan mengumpulkan dana ini dapat melatih kedisiplinan mahasiswa untuk lebih menghargai waktu.