RAMAI DI MEDIA SOSIAL: KONTEN POV GURU SUDAH TIDAK MAU MENEGUR DAN MENASEHATI MURID KARENA TAKUT DIPENJARA

Pendidikan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Maraknya konten POV ketika guru sudah tidak mau menasehati murid karena takut dipenjara tengah ramai menjadi sorotan banyak orang di media sosial. Konten POV ini mulai ramai ketika banyak kasus tentang guru yang menegur atau menasehati muridnya lalu diancam dan dilaporkan ke polisi oleh pihak orang tua.

Kasus guru yang dilaporkan ke polisi umumnya karena bermula dari murid itu sendiri yang bermasalah, baik merokok, bermain sendiri, berkelahi, kemudian guru mengambil tindakan yang sudah seharusnya dilakukan. Namun, justru pihak orang tua siswa banyak yang merasa tidak terima atas perlakuan guru hingga sebut karena kelalaian guru sampai dilaporkan ke polisi dan guru berujung dipenjara.

Salah satu konten POV yang cukup viral yaitu konten dari akun tiktok @Byilanaa, dalam video berdurasi pendek tersebut menampilkan segerombolan guru SMP yang melihat muridnya sedang berkelahi namun enggan melerai dan menasehati karena takut dipenjara.

Selain itu, konten “POV guru males negur karena takut dipenjara” pada akun tiktok @blekpingnjisoo juga terlihat seorang guru SD yang membiarkan muridnya berkelahi, membully, dan menyontek. Alasan guru SD ini tidak mau menegur karena orang tua murid tidak mau anaknya ditegur bahkan guru-guru takut diancam penjara. Padahal kasus siswa yang seperti ini seharusnya tidak boleh dibiarkan, moral siswa akan hilang dan rasa hormatnya pada guru pun turut padam.

Konten POV tersebut sangat menggambarkan betapa mirisnya pendidikan Indonesia sekarang. Peran guru dalam mendidik dan menanamkan karakter baik pada siswa seolah sudah tidak ada. Guru hanya bertugas mengajarkan materi, menyelesaikan pembelajaran di kelas tanpa memberikan pendidikan karakter yang baik bagi siswa. Benar, pendidikan di Indonesia sekarang memang sedang tidak baik-baik saja. Pemerintah perlu membenahi lagi dan memperbaiki masalah-masalah yang ada saat ini. Komisi perlindungan anak juga turut serta dibenahi agar tidak dengan mudah menyalahkan guru hanya karena memberi hukuman kecil pada muridnya.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *