
Taman Kota Usman Janatin Purbalingga (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Purbalingga – Wajah baru Taman Kota Usman Janatin resmi diperkenalkan kepada publik setelah diresmikan oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif pada 7 Februari 2026. Revitalisasi yang dilakukan oleh Perumda Owabong tersebut mengubah kawasan yang sebelumnya kurang terurus menjadi ruang publik modern dengan berbagai fasilitas baru seperti videotron di Gedung Misbar, area rumput sintetis untuk menonton bersama, playground ramah anak, hingga kedai kopi dan sentra UMKM.
Berlokasi di Purbalingga Kidul dan sempat viral karena trotoarnya disebut menyerupai kawasan Malioboro, taman ini kini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kegiatan seperti Bazar Ramadan. Selain sebagai ruang rekreasi, taman yang mengabadikan nama pahlawan nasional asal Purbalingga, Usman Janatin yang gugur dalam Operasi Dwikora di Singapura tahun 1965 juga menjadi simbol pelestarian sejarah lokal. Pengembangan lanjutan pun direncanakan dengan penataan area hutan kota di sisi utara guna melengkapi fasilitas yang telah ada.
Salah satu pengunjung yang bernama Indah Wulan Sari, atau yang kerap disapa Indah, mengungkapkan perbedaan mencolok sebelum dan sesudah taman direvitalisasi. Ia menilai, sebelumnya taman terlihat biasa saja, kebersihannya kurang terjaga, dan tidak difungsikan secara optimal.




“Dulu terlihat terabaikan. Sekarang jadi tempat yang menarik, ada kursi-kursi di tepi taman seperti di Jogja, playground anak, dan stand UMKM. Jadi pengunjung lebih nyaman,” ujarnya.
Menurut Indah, konsep taman yang menghadirkan nuansa seperti kawasan wisata di Yogyakarta menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaan playground outdoor juga membuat anak-anak lebih leluasa bermain dengan nyaman.
Ia menilai ruang publik seperti Taman Kota Usman Janatin sangat penting bagi masyarakat. Selain menjadi tempat bermain anak, taman ini memberikan alternatif rekreasi tanpa harus bepergian jauh ke luar kota.
Revitalisasi Taman Kota Usman Janatin tidak hanya mengubah tampilan fisik kawasan, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pengunjung menilai pedagang UMKM dan tukang parkir menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah kunjungan.
Ramainya warga yang datang untuk bersantai, terutama pada sore hari, membuat perputaran uang di kawasan taman ikut meningkat. “Pedagang jadi lebih laku karena pengunjung pasti membeli makanan atau minuman saat duduk santai. Tukang parkir juga pendapatannya naik,” ujar salah satu pengunjung.
Salah satu pedagang UMKM yang berjualan di dalam kawasan taman mengakui adanya peningkatan pendapatan sejak taman kembali ramai. Menurutnya, waktu paling padat terjadi pada sore hingga malam hari ketika keluarga datang setelah menyelesaikan aktivitas harian.
Meski demikian, sejumlah pengunjung berharap pengelolaan kawasan terus ditingkatkan, terutama terkait penataan pedagang agar tidak berjualan di pinggir jalan yang padat kendaraan demi menjaga keamanan anak-anak dan pengguna jalan. Mereka juga mendorong agar lahan kosong di bagian belakang taman dapat dimanfaatkan untuk menambah wahana baru sehingga fungsi taman sebagai ruang publik dan pusat ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
Dengan wajah baru yang lebih modern dan fasilitas yang semakin lengkap, Taman Kota Usman Janatin kini tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi warga, tetapi juga simbol kebangkitan ruang publik dan penggerak ekonomi lokal di Purbalingga. Kehadiran taman ini diharapkan terus dikelola secara optimal agar tetap nyaman, aman, serta mampu memperkuat peranannya sebagai pusat interaksi sosial sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di daerah.
Editor: Rizki Wahyu Aulia Nisa
