Ramainya “War Takjil” Jadi Tradisi Sore Ramadan, Warga Berburu Menu Favorit Jelang Berbuka

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di berbagai sudut kota purwokerto dipenuhi keramaian warga yang berburu hidangan takjil. Fenomena yang populer disebut “war takjil” ini menjadi pemandangan khas selama bulan Ramadan, ketika masyarakat berbondong-bondong mendatangi lapak pedagang untuk membeli makanan dan minuman berbuka.

Beragam jenis takjil dijajakan, mulai dari kolak, aneka gorengan, es buah, puding, hingga minuman segar. Aktivitas jual beli biasanya mulai ramai sejak sore hari dan mencapai puncaknya beberapa saat sebelum azan Magrib. Antusiasme warga terlihat dari padatnya area penjualan yang dipenuhi pembeli dari berbagai kalangan usia.

Bagi sebagian masyarakat, “war takjil” bukan sekadar membeli makanan, tetapi juga menjadi momen untuk menikmati suasana sore Ramadan. Banyak warga memanfaatkan waktu tersebut untuk berjalan santai sambil memilih menu berbuka bersama keluarga atau teman. Suasana ramai dan penuh canda turut menambah kesan hangat di tengah aktivitas harian.

Fenomena ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Pedagang mengaku penjualan meningkat selama Ramadan karena tingginya permintaan masyarakat terhadap makanan berbuka. Tidak sedikit pelaku usaha musiman yang ikut meramaikan dengan membuka lapak sementara untuk menambah penghasilan.

Menariknya, keramaian “war takjil” tidak hanya diikuti oleh umat Muslim. Warga dari berbagai latar belakang turut berpartisipasi, baik untuk membeli makanan maupun sekadar menikmati suasana. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat.

Meski demikian, warga diimbau tetap menjaga ketertiban dan keselamatan, terutama di lokasi yang ramai dan berdekatan dengan jalan raya. Kepadatan pengunjung berpotensi menimbulkan kemacetan sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mematuhi aturan dan menjaga kenyamanan.

Secara keseluruhan, tradisi “war takjil” menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Keramaian sore hari menjelang berbuka menjadi simbol kebersamaan yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Editor: Aprillia Putri Ardiani

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *