Eksistensi Delman di Tengah Modernisasi: Kiprah Pak Yatno di Purwokerto

Purwokerto – Di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern, delman masih menjadi salah satu jasa transportasi tradisional yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Salah satu kusir yang tetap bertahan adalah Yatno, warga asli Purwokerto yang telah menekuni profesi ini sejak tahun 1995 hingga sekarang. Konsistensinya menunjukkan bahwa transportasi tradisional tetap eksis dan diminati oleh warga maupun wisatawan.

Delman Yatno mulai beroprasi dari pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB di depan Gedung DPRD yang berada di kawasan Alun-Alun Purwokerto. Kehadiran delman di kawasan tersebut menjadi alternatif hiburan sekaligus sarana transportasi bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana kota dengan cara yang lebih santai dan tradisional.

Dari segi tarif, biaya yang ditawarkan bervariasi sesuai dengan jarak tempuh. Untuk satu kali putaran di sekitar alun-alun, penumpang dikenakan tarif sebesar Rp30.000, sedangkan untuk rute yang lebih jauh tarifnya dapat mencapai Rp70.000. Bahkan tersedia pula perjalanan hingga kawasan Menara Teratai dengan harga yang disesuaikan. Secara umum, tarif tersebut tergolong terjangkau, terutama jika dinikmati bersama keluarga atau teman.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu penumpang bernama Warti, ia mengaku puas dengan layanan yang diberikan. “Sangat menyenangkan sekali bisa naik delman bersama keluarga, apalagi saat ramadhan seperti ini bisa sekalian ngabuburit. Harganya juga masih terjangkau dan bapaknya sangat ramah sekali, jadi perjalanan terasa nyaman,” ujarnya. Secara keseluruhan, jasa delman Yatno tidak hanya menawarkan pengalaman unik, tetapi juga turut melestarikan budaya transportasi tradisional yang kini semakin jarang ditemui.

Editor:

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *