Purwokerto — Lagu “Terbuang Dalam Waktu” karya grup musik Barasuara menjadi salah satu karya paling menyentuh dan sarat makna dalam beberapa tahun terakhir. Dirilis pada Agustus 2023 sebagai bagian dari album Jalaran Sadrah, lagu ini kembali naik daun setelah digunakan sebagai soundtrack film Sore: Istri dari Masa Depan pada tahun 2025. Hingga kini, lagu tersebut telah diputar lebih dari 72 juta kali di berbagai platform musik digital, menandakan penerimaan luar biasa dari pendengar di seluruh Indonesia.
Lagu “Terbuang Dalam Waktu” mengisahkan tentang perasaan terbuang, terasing, dan kehilangan di tengah derasnya arus perubahan hidup dan waktu yang tak dapat dihentikan. Liriknya menggambarkan pergulatan batin seseorang yang berusaha memahami luka masa lalu, menghadapi kenyataan, dan menemukan makna dari setiap kehilangan. Dalam tiap baitnya, Barasuara menyelipkan pesan tentang penerimaan, refleksi, serta pertumbuhan pribadi yang lahir dari rasa sakit dan perubahan.

Secara musikal, lagu ini dibalut dengan melodi rock alternatif khas Barasuara yang berpadu dengan aransemen yang lembut dan emosional. Suara vokal yang penuh ekspresi dan instrumen yang dinamis menciptakan suasana melankolis sekaligus kuat, mengiringi kisah tentang perjalanan manusia dalam menghadapi waktu, cinta, dan kehilangan.
Video klip “Terbuang Dalam Waktu” turut memperkuat pesan lagu dengan visual yang simbolis dan penuh makna. Melalui adegan yang menampilkan pergantian waktu, sosok-sosok yang terpisah, serta bayangan memori yang samar, video ini menggambarkan perjalanan batin manusia yang mencoba berdamai dengan masa lalu. Visual tersebut juga menegaskan bahwa meski seseorang merasa terbuang oleh waktu, cinta dan kenangan sejati tetap hidup dan menjadi bagian penting dari proses pendewasaan.
Lebih dari sekadar lagu rock, “Terbuang Dalam Waktu” adalah sebuah puisi musikal yang memotret keterasingan manusia modern. Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, manusia sering kali merasa kehilangan hubungan dengan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Melalui lagu ini, Barasuara mengingatkan bahwa keterasingan bukan akhir dari perjalanan, melainkan jalan menuju pemahaman dan keutuhan diri.
Dengan kekuatan lirik, musik, dan visual yang saling melengkapi, “Terbuang Dalam Waktu” berhasil menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam bagi pendengarnya. Lagu ini mengajak setiap orang untuk merenung, menerima kenyataan, serta mensyukuri perjalanan hidup yang penuh luka dan cinta. Melalui karya ini, Barasuara sekali lagi membuktikan diri sebagai salah satu band yang mampu menyuarakan makna kehidupan dengan cara yang indah, jujur, dan penuh perenungan.
Editor: Satrio Wijaya
