
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Purwokerto – Kerajinan batok kelapa di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, menjadi salah satu penggerak ekonomi warga sejak tahun 2024 hingga kini yakni 2026. Kerajinan ini memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi.
Berbagai produk dihasilkan dari bahan baku batok kelapa tua, di antaranya cangkir, mangkuk, lampu hias, tas, celengan, hingga aksesori interior. Proses produksi dilakukan secara manual melalui tahapan pemilihan bahan, pembersihan, penghalusan, pembentukan desain, hingga pelapisan akhir agar lebih tahan lama dan menarik secara visual.
Ide usaha kerajinan batok kelapa bermula dari keprihatinan melihat banyaknya limbah batok kelapa yang terbuang percuma. Sebelum muncul ide ini warga desa menggunakan batok kelapa hanya sebagai bahan bakar atau bahkan dibuang. Padahal faktanya batok kelapa memiliki nilai ekonomi yang tinggi, salah satunya kerajinan dari batok kelapa ini.
Dalam progres usaha kerajinan batok kelapa sangat melibatkan peran warga desa yang menekuni kerajinan ini. Mereka semua bergotong-royong memikirkan bagaimana proses produksi yang tepat agar kerajinan ini tetap eksis. Seperti pengamplasan yang tepat hingga perakitan produk. Melalui kerukunan tersebut menjadikan kerajinan ini dikenal oleh banyak orang dan meningkatkan minat warga lainnya yang masih belum terjun dalam kerajinan tersebut utamanya ibu-ibu rumah tangga. Dengan banyaknya minat pengrajin dan proses distribusi barang yang tepat memunculkan lapangan-lapangan kerja yang baru bagi masyarakat desa. Berdasarkan wawancara pada Ibu Wati yang merupakan salah satu ibu rumah tangga menyampaikan bahwa “Semakin rumit bentuknya, prosesnya juga semakin lama, sehingga harganya bisa lebih tinggi,” tambahnya.
Pemasaran yang semula terbatas pada jaringan lokal kini telah menjangkau konsumen luar daerah Banyumas. Perkembangan ini menunjukkan potensi lokal dapat menjadi strategi pemberdayaan ekonomi desa sekaligus upaya pengurangan limbah.
Perkembangan kerajinan batok kelapa ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal dapat menjadi solusi pengurangan limbah sekaligus strategi pemberdayaan ekonomi desa. Dengan konsistensi produksi dan peningkatan kualitas, usaha tersebut kini dikenal sebagai salah satu produk kreatif unggulan dari Karangklesem yang mampu bersaing di pasar kerajinan berbasis bahan alami.
Editor : Irhan Sasi Kirana
