Purwokerto — Seni wayang Banyumasan masih menunjukkan denyut kehidupan yang kuat di tengah gempuran budaya modern. Hal itu disampaikan oleh dalang muda Ki Ulum Karto […]
Month: December 2025
Bawor: Dari Wayang Banyumasan Menjadi Ikon Kabupaten Banyumas
Purwokerto—Sosok Bawor, tokoh punakawan dalam tradisi wayang Banyumasan, telah menyatu dengan identitas Kabupaten Banyumas. Sejak akhir 1980-an, Bawor berubah dari karakter wayang menjadi simbol yang […]
Kebiasaan Membaca Pagi Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Siswa
Pada pagi yang masih sunyi, sebelum bel pertama berbunyi, suasana kelas berubah menjadi ruang yang penuh ketenangan. Para siswa duduk rapi di bangku masing-masing sambil […]
Patriarki, Budaya atau Fenomena?
Purwokerto—Patriarki adalah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pihak yang memiliki posisi, kekuasaan, dan otoritas lebih tinggi dibandingkan perempuan. Dalam sistem ini, laki-laki biasanya dianggap […]
67: Angka “Tak Bermakna” Jadi Tren Bahasa
Purwokerto—Istilah “67” menjadi kata viral yang digunakan sebagai ekspresi spontan dan humor di media sosial, meskipun tidak memiliki makna leksikal yang jelas. Fenomena ini paling […]
Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Graha Widyatama UNSOED
Banyumas — Sejak pagi buta, suasana di kawasan Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) tampak jauh lebih ramai dari biasanya. Ratusan jamaah mulai berdatangan sejak […]
Inovasi Pembelajaran di SDN 1 Karangklesem Purwokerto: Praktik Aktif untuk Memperkaya Bahasa Siswa
Purwokerto, — SDN 1 Karangklesem menerapkan pendekatan pembelajaran linguistik berbasis praktik aktif sebagai upaya memperkaya kompetensi berbahasa siswa di tengah tantangan pemerataan literasi nasional. Dalam kegiatan ini, guru menentukan satu tema sebagai pemantik diskusi, kemudian seorang siswa yang terpilih dimintamenjelaskan satu kata secara lisan di hadapan teman-temannya. “Praktik sederhana ini tidak hanyamenambah penguasaan kosakata baku, tetapi juga melatih kemampuan berbicara di depan publik,” ujar Lisa, pengajar yang menggagas metode tersebut. Pendekatan ini dikembangkan sebagai respons atas perbedaan kondisi pembelajaran bahasa antara wilayah urban dan pedesaan. Di kawasan perkotaan, akses terhadap perangkat digital relatif membantu proses belajar bahasa, namun di daerah-daerah dengan keterbatasan ekonomi, penggunaan teknologi sering terhambat sehingga guru kesulitan menyampaikan materi secara kontekstual. Akibatnya, kualitas pemerolehan bahasa anak dapat mengalami penurunan. Situasi tersebut sejalan dengan perhatian seorang pakar linguistik dari Universitas Gadjah Mada yang menyoroti melemahnya kemampuan berbahasa […]
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Pelajari Disrupsi Media dan Warisan Budaya Jawa dalam Kegiatan “Himadiksi Belajar” di Solo–Yogyakarta
Purwokerto—Kegiatan Himadiksi Belajar (Himbel) 2025 menjadi pengalaman pembelajaran lapangan yang berkesan bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2023, 2024, dan 2025. Selama dua hari, 29–30 November […]
Standar Keberhasilan TikTok yang Tak Selalu Sejalan dengan Realita
Ilustrasi fenomena standar keberhasilan di Tiktok yang memengaruhi cara remaja menimali pencapaian diri. Sejak 2020, TikTok mulai memengaruhi perkembangan diri remaja di Indonesia. Hingga 2024, […]
Video Siswa Gugup Wawancarai Pemilik Warung Viral: Contoh Menarik Interaksi Bahasa & Literasi Digital
Video viral siswa gugup wawancarai pemilik warung (Sumber: TikTok @zeyn6484) Purwokerto – Sebuah video pendek yang memperlihatkan seorang siswa melakukan wawancara dengan pemilik warung mendadak viral […]
