Purwokerto — Memasuki bulan suci Ramadhan, aneka jajanan tradisional mulai ramai diburu masyarakat untuk menu berbuka puasa. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Bubur Srintil, sajian manis dan legit dengan beragam pilihan topping yang menggugah selera. Warna-warni bubur yang tersaji dalam wadah tanah liat menambah daya tarik tersendiri bagi pembeli yang melintas di lokasi penjualan.
Bubur Srintil hadir dengan berbagai varian, seperti bubur putih lembut, ketan hitam, mutiara merah muda, candil kuah gula merah, dan kacang hijau kupas. Pembeli dapat memilih ukuran medium seharga Rp5.000 berisi tiga macam bubur, atau ukuran large Rp10.000 dengan lima macam bubur. Perpaduan rasa manis gula merah dan gurih santan menjadikan kuliner ini cocok sebagai takjil pelepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Siti selaku pedagang Bubur Srintil, mengaku penjualannya meningkat selama Ramadhan. “Alhamdulillah, kalau bulan puasa seperti ini pembeli bisa dua kali lipat lebih ramai. Banyak yang mencari untuk takjil karena rasanya manis dan membuat perut kenyang,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Ramainya pembeli menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, khususnya di momen Ramadhan. Selain harganya terjangkau, Bubur Srintil juga menghadirkan cita rasa khas yang membangkitkan kenangan masa kecil, sekaligus menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa bersama keluarga.
