
Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, suasana di depan gerbang gudang kasur, Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, tampak cukup ramai. Di lokasi tersebut, Es Dawet Ayu milik Pak Tarno melayani pembeli yang datang silih berganti.
Biasanya berjualan di kawasan Taman Sentul Garden, Pak Tarno memilih pindah lokasi sementara selama Ramadan karena lebih dekat dengan rumah sekaligus memudahkan pembeli yang mencari minuman untuk berbuka puasa. Meski berpindah tempat, minuman tradisional ini tetap diminati pelanggan.

Gerobak hijau miliknya terlihat bersih dengan harga Rp5.000 per porsi yang tertera jelas. Pembeli dapat memilih kemasan plastik untuk dibawa pulang atau gelas dan cup untuk dinikmati di tempat. Proses penyajiannya pun tergolong cepat meski pembeli datang silih berganti.
Dari segi cita rasa, manis gula merah berpadu seimbang dengan gurih santan yang terasa segar. Cendolnya kenyal dan tidak lembek, memberi kesan dibuat dari beras asli. Dengan porsi yang cukup dan takaran es yang pas, minuman ini terasa sepadan dengan harganya.
Pak Tarno mengaku telah berjualan sejak 1996 dan tetap menggunakan bahan alami tanpa pengawet maupun pewarna buatan. Ia menyebut waktu sore menjadi jam paling ramai pembeli.
Salah satu pembeli, Ina, mengaku cukup sering membeli saat berjualan di Taman Sentul Garden. Menurutnya, rasanya enak, manisnya pas, dan harganya terjangkau.
Secara keseluruhan, Es Dawet Ayu Pak Tarno mempertahankan cita rasa tradisional yang konsisten sejak lama. Dengan harga terjangkau dan tekstur cendol yang kenyal, minuman ini menjadi salah satu pilihan es tradisional yang digemari warga sekitar.
Editor:
