Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, dianugerahi kekayaan budaya yang melimpah dari Sabang hingga Merauke. Keanekaragaman budaya ini tercermin dalam berbagai kesenian yang dimiliki oleh masyarakatnya. Salah satu kesenian yang terkenal adalah karawitan, seni musik gamelan yang berasal dari Jawa dan Bali.
Istilah “karawitan” diturunkan dari kata Jawa “rawit” yang berarti halus dan lembut. Hal ini mencerminkan kelembutan perasaan yang terkandung dalam alunan musik gamelan. Alat musik gamelan yang digunakan dalam karawitan telah berkembang pesat di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Di tengah gempuran kemajuan teknologi terdapat seorang seniman bernama Kuat Waluyo yang tetap setia melestarikan kesenian karawitan di tengah masyarakat. Lahir di Banyumas pada tanggal 4 September 1968, Kuat Waluyo berasal dari keluarga yang mencintai seni karawitan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah belajar memainkan gamelan di rumahnya dengan bimbingan ayah dan kakaknya.
Kuat Waluyo mulai terjun ke dunia kesenian karawitan sejak usia muda. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, ia terus mengembangkan kemampuannya dalam seni gamelan, hingga kini menjadi salah satu tokoh penting dalam pelestarian kesenian karawitan di Banyumas. Keseharian Kuat Waluyo diisi dengan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan seni karawitan. Ia juga aktif dalam pengembangan seni karawitan di masyarakat, salah satunya melalui sanggar karawitan Sekar Dewi yang didirikannya. Kuat Waluyo terus berupaya mempertahankan dan mengembangkan seni karawitan, agar kesenian ini tidak hilang ditelan zaman. Upaya ini penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia bagi generasi mendatang.
Tim Produksi:
Produser: Kevin Julian Saputra
Kameramen: Muhamad Razief Riski Abadi, Rico Yanuar Nur Ikhsani
Penulis Naskah: Naiya Prabawa Ningrum
Pengisi Suara: Chesa Dwi Mareta N.H
Editor: Gagat Dhamar Pambayun, Salsyabila Najwa Azzahro
Logistik: Tegar Kurniawan