
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Purwokerto – Jagat Rasa 2025 digelar di Aula Bambang Lelono Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman pada tanggal 10-12 Desember 2025 mulai pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan pameran fotografi serta tiga pementasan drama yang terbuka untuk umum dengan harga tiket lima belas ribu rupiah yang sudah mencakup seluruh rangkaian acara.
Lebih dari sekadar agenda seni kampus Jagat Rasa hadir sebagai ruang perjumpaan emosi. Acara ini dirancang sebagai ruang temu antara karya dan penonton dengan pendekatan human interest. Jagat Rasa tidak hanya menyajikan pertunjukan tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari hari. Penonton diajak melihat mendengar dan merasakan potret manusia dalam berbagai situasi sosial psikologis dan kultural yang ditampilkan secara visual dan dramatik.
Tiga pementasan drama menjadi inti acara. Hari pertama menampilkan Matahari di Sebuah Jalan Kecil sebuah cerita tentang kehidupan masyarakat biasa dengan konflik yang tumbuh dari ruang sempit dan relasi sederhana. Hari kedua menghadirkan Orang Orang di Tikungan Jalan yang mengangkat tema persimpangan hidup dan pilihan manusia dalam menghadapi perubahan. Hari ketiga ditutup dengan Bayang Bayang di Balik Singgasana yang menyuguhkan kisah tentang kekuasaan sejarah dan dampaknya terhadap individu. Setiap pementasan berdiri sendiri namun saling terhubung melalui tema besar tentang rasa dan kemanusiaan.
“Setiap lakon yang kami pentaskan berangkat dari situasi manusia yang sederhana namun sarat konflik batin, sehingga penonton bisa menemukan cermin kehidupannya sendiri di atas panggung,” ujar Zahwa, salah satu pemeran.
Selain pementasan drama pengunjung juga dapat menikmati pameran fotografi yang berlangsung selama kegiatan. Foto foto yang dipamerkan merekam ekspresi manusia suasana sosial serta detail kehidupan yang kerap terlewatkan. Pameran ini menjadi pelengkap sekaligus penguat narasi yang disampaikan melalui panggung dengan pendekatan visual yang reflektif.
Jagat Rasa 2025 digagas oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai bentuk praktik pembelajaran berbasis seni dan budaya. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana bahasa tidak hanya hadir dalam teks tertulis tetapi juga hidup dalam dialog teater visual fotografi dan interaksi dengan penonton. Penyelenggaraan acara ini juga mencerminkan upaya menjaga etika jurnalistik dan artistik dengan menyajikan karya berbasis fakta sosial yang dikemas secara kreatif.
Tiket acara dapat diperoleh melalui tautan pendaftaran daring dengan metode pembayaran non tunai yang telah disediakan oleh panitia. Informasi lebih lanjut mengenai teknis kehadiran dan acara dapat diperoleh melalui narahubung resmi panitia. Melalui Jagat Rasa 2025 penyelenggara berharap publik tidak hanya menjadi penonton tetapi juga ikut terlibat secara emosional dalam membaca dan memaknai cerita manusia yang ditampilkan di ruang seni.
Editor : Hasna Dwi Artika
