Tempe, Sumber Protein Tinggi yang Ramah di Kantong

Purwokerto – Tempe merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang dikenal luas karena rasanya yang khas serta kandungan gizinya tinggi. Di tengah meningkatnya harga bahan pangan, tempe tetap menjadi pilihan masyarakat karena harganya terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai daerah.

Proses pembuatan tempe dimulai dari perendaman kedelai selama beberapa jam, kemudian direbus dan direndam kembali semalaman. Setelah itu, kedelai digiling untuk memisahkan kulit ari, lalu direbus kembali hingga mendidih dan ditiriskan. Kedelai yang telah bersih dicampur dengan ragi tempe dan dibungkus menggunakan daun pisang atau plastik berlubang. Proses fermentasi berlangsung selama 1–2 hari hingga butiran kedelai menyatu dan membentuk tempe yang padat.

Selain prosesnya yang relatif sederhana, tempe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berdasarkan informasi dari laman Halodoc, setiap 100 gram tempe mengandung sekitar 18–20 gram protein yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Tempe juga mengandung serat, vitamin B, zat besi, serta kalsium yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Tempe dapat menjadi sumber protein baik untuk mendukung pertumbuhan anak serta membantu mencegah stunting.

Kandungan protein tinggi, harga terjangkau, serta nutrisi yang mudah diserap tubuh menjadikan tempe pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Tempe bukan sekadar lauk pendamping, melainkan juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Editor : Nadya Wahyu Maliqa

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *