Wayang Nusantara di Museum Sanggaluri: Warisan dan Simbol Kekayaan Budaya Indonesia

Koleksi Wayang Kulit Purwa gagrak Banyumas di Museum Sanggaluri (Dokumentasi pribadi: Ida Fitri)

PurbalinggaWayang merupakan salah satu karya seni tradisional yang mencerminkan identitas budaya bangsa Indonesia. Keberadaannya terus dilestarikan melalui berbagai upaya, salah satunya di Museum Wayang Sanggaluri, Purbalingga. Museum ini menampilkan berbagai jenis wayang, mulai dari wayang kulit, wayang golek, hingga wayang suket yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Tengah.

Keberagaman ini menggambarkan kekayaan budaya Indonesia yang terus dijaga dan diwariskan. Wayang telah diakui UNESCO sejak tahun 2003 sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia dari Indonesia, menandakan pentingnya pelestarian seni tradisi ini agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Berdasarkan hasil survei yang dimuat dalam Jurnal Madaniya (2024), minat dan kecintaan generasi muda terhadap budaya tradisional meningkat setelah menyaksikan langsung pertunjukan atau pameran kesenian daerah. Data tersebut menegaskan bahwa pengalaman langsung melalui museum, sanggar, atau ruang budaya memiliki pengaruh besar dalam menumbuhkan kesadaran untuk menjaga warisan bangsa.

Suasana Museum Sanggaluri di antara etalase wayang (Dokumentasi pribadi: Ida Fitri)

Pameran Wayang Nusantara di museum ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan, tetapi juga melalui edukasi visual. Ruang seperti Sanggaluri berperan penting dalam membangkitkan kesadaran generasi muda akan nilai-nilai warisan leluhur.

Salah satu pengunjung, Yolanda (20), mengaku takjub saat melihat beragam koleksi wayang yang terpajang. “Saya baru tahu ternyata wayang itu banyak jenisnya dan masing-masing punya makna sendiri. Rasanya bangga banget bisa lihat langsung karya budaya yang sudah diakui dunia,” ujarnya. Bagi Yolanda, melihat koleksi secara langsung bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menegaskan bahwa wayang adalah warisan berharga sekaligus simbol kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga keberadaannya.

Ia menambahkan bahwa melihat koleksi wayang secara langsung membuatnya lebih menghargai budaya lokal. “Kalau cuma dengar dari cerita, rasanya biasa saja. Tapi begitu melihat bentuk dan detailnya, saya jadi sadar kenapa budaya seperti ini harus dijaga,” tambahnya. Melalui pameran wayang ini, museum tidak sekadar menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang refleksi tentang pentingnya menjaga jati diri bangsa lewat warisan budaya.

Editor: Fitria Anggi Haryani

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *