Purbalingga—Kemenangan Persibangga Purbalingga sebagai juara Liga 4 Jawa Tengah membawa kebanggaan bagi masyarakat Purbalingga. Namun, tidak lama setelah euforia tersebut, ruang media sosial diramaikan oleh perbincangan mengenai kesalahpahaman internal tim yang diduga dipicu situasi pascapertandingan.
Satu hari setelah laga final, potongan siaran langsung dan unggahan media sosial sejumlah pemain beredar luas di TikTok dan Instagram. Dalam tayangan tersebut, terdapat pernyataan bernada emosional yang kemudian memicu berbagai pandangan publik terkait kondisi internal tim. Dua nama pemain, Rizqi Fauzano dan Haidar Nur Afif, sempat menjadi sorotan setelah live TikTok pada akun pribadi mereka tersebar dan diperbincangkan warganet.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa situasi bermula dari perbedaan komunikasi terkait agenda setelah pertandingan, termasuk persoalan teknis seperti perpanjangan masa menginap. Namun karena disampaikan dalam kondisi emosional dan tersebar tanpa konteks utuh, narasi yang muncul di media sosial berkembang cepat dan memunculkan berbagai pendapat.
Di tengah ramainya perbincangan, muncul tagar #hamzahstay dan #allstay yang digunakan warganet sebagai bentuk respons terhadap situasi tersebut. Tagar #hamzahstay mencerminkan dukungan sebagian suporter agar manajemen tetap memimpin tim setelah surat pengunduran diri dilayangkan, sementara #allstay menunjukkan harapan agar seluruh elemen tim tetap bertahan dan solid menghadapi kompetisi berikutnya. Menurut suporter, kemunculan tagar tersebut lebih mencerminkan kepedulian terhadap stabilitas tim daripada bentuk perpecahan.
Seiring berjalannya waktu, klarifikasi dari pihak-pihak terkait dalam media sosial pribadi mereka dan acara ngobrol bareng supporter mulai meredakan pendapat yang bermunculan. Situasi pun berangsur kondusif, sementara tim tetap bersiap menghadapi agenda selanjutnya. Namun beberapa pemain tidak melanjutkan kontrak setelah masa bakti berakhir, yang dipandang sebagai bagian dari profesional dalam sepak bola.
Bagi banyak suporter, kemenangan Liga 4 Jawa Tengah tetap menjadi pencapaian utama yang patut diapresiasi. Miskomunikasi yang sempat viral di media sosial diharapkan menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya komunikasi yang bijak, terutama ketika klub berada dalam sorotan publik.
