Kemiskinan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi nilai akademis anak. Anak miskin banyak yang mengalami ketertinggalan dalam prestasi akademik, menghadapi peluang yang lebih rendah untuk menyelesaikan pendidikan menengah atau tinggi dan menerima nilai ujian negara yang lebih buruk, menurut para penulis.
Namun, Penelitian yang dilakukan oleh Jillian Sheehan dan Dr Kristin Hadfield ini mengungkapkan bahwa, meskipun ada tantangan-tantangan ini, banyak anak-anak yang hidup dalam kemiskinan dapat berprestasi di sekolah. Studi yang diterbitkan dalam British Journal of Developmental Psychology, menawarkan wawasan baru mengenai faktor-faktor yang mendorong kesuksesan.
Temuan utama dari penelitian ini meliputi:
-Remaja dari keluarga berpenghasilan rendah dengan kesulitan sosio-emosional serta perilaku yang lebih rendah, dan konsep diri intelektual yang kuat (kepercayaan pada kemampuan akademik mereka sendiri) memiliki prestasi matematika yang lebih baik.
-Tingkat konflik orang tua-anak yang lebih rendah, ekspektasi pendidikan orang tua yang lebih tinggi terhadap anak, dan pendidikan orang tua yang lebih baik juga muncul sebagai prediktor signifikan terhadap kinerja matematika yang lebih baik.
-Menghadiri sekolah yang bukan bagian dari program Delivering Equality of Opportunity in Schools (DEIS) dikaitkan dengan prestasi matematika yang lebih baik.
Kesuksesan Akademik Memutus Siklus Kemiskinan
Dr Kristin Hadfield yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan “Dengan memahami beragam faktor yang membentuk ketahanan akademis, kita dapat mengembangkan intervensi untuk memberdayakan generasi muda dari latar belakang berpenghasilan rendah dan meningkatkan hasil pendidikan mereka,” jelasnya, dikutip dari Science Daily.
Hadfield menambahkan, “Penelitian ini sangat penting bagi saya. Kenyataan pahitnya adalah pencapaian akademis dalam pendidikan kita saat ini kerangka kerja ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang jauh melampaui karakteristik internal anak,” ungkap penulis utama studi tersebut, Jillian Sheehan.
Sheehan menekankan, temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan multisistemik dan komprehensif untuk mendukung keberhasilan akademik generasi muda dari latar belakang yang kurang beruntung.