Nadzira Shafa Askar, akrab dipanggil Zira, merupakan sosok wanita yang dikenal luas namanya di dunia seni, salah satunya sebagai penulis. Wanita kelahiran 2000 ini kerap menghasilkan karya autobiografi yang sarat makna dan inspirasi. Salah satu karyanya yang membuatnya semakin melejit yaitu novel dengan judul 172 Days. Zira memiliki kemampuan luar biasa dalam mengolah pengalaman pribadi yang sarat emosi menjadi kisah yang menyentuh hati banyak orang. Ia menikah dengan Ameer Azzikra, putra almarhum Ustaz Arifin Ilham. Pernikahannya dengan sang suami hanya berlangsung selama 172 hari karena setelah itu Ameer berpulang ke pangkuan Sang Pencipta. Dari situlah Zira ingin mengabadikan kisahnya bersama mendiang suaminya melalui novel 172 Days, hingga menjadi karya yang fenomenal di tahun 2023.
Novel 172 Days tidak hanya mengisahkan masa pernikahannya yang singkat, tetapi juga menggali lebih dalam soal kehilangan, cinta, dan ketabahan. Ia menulis bagaimana Ameer menjadi mentor dalam kehidupan singkat mereka, mengajarkan banyak hal seperti menghormati keluarga dan mencintai diri sendiri.
“Setiap apapun yang hadir, pasti memiliki masanya. Terima kasih sudah ada, walau sementara.”
Begitulah Zira menyematkan caption di instagramnya. Cerita novel 172 Days adalah refleksi tentang kekuatan manusia menghadapi keterbatasan waktu. Karya ini langsung mendapatkan tempat di hati pembaca karena autentisitas dan emosinya yang terasa sangat nyata.
Novel ini fenomenal karena cara Zira menghadirkan pengalaman pribadi yang relevan dengan banyak orang. Dalam setiap lembar, pembaca dapat menemukan fragmen perasaan yang mungkin pernah mereka alami tentang cinta yang tulus, kehilangan yang mendalam, dan proses penyembuhan yang tidak pernah mudah. Selain itu, adaptasi novel ini menjadi film layar lebar semakin memperluas jangkauan ceritanya, menjadikannya salah satu karya yang diperbincangkan banyak orang di Indonesia.

Saat pertama kali dirilis, novel ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan. Banyak pembaca yang berbagi pengalaman mereka setelah membaca 172 Days, merasa terhubung dengan pesan-pesan yang dihadirkan. Adaptasi filmnya pun berhasil menarik perhatian penonton bioskop yang memuji bagaimana kisah nyata ini dihidupkan dengan visual yang kuat dan akting emosional.
Karya ini memberikan dampak mendalam bagi masyarakat. Banyak yang merasa termotivasi untuk lebih menghargai waktu bersama orang tercinta. Selain itu, 172 Days menjadi pengingat bahwa meskipun hidup memberikan banyak ujian, kekuatan untuk bangkit selalu ada. Zira berhasil menyampaikan pesan universal tentang cinta dan ketabahan yang kini menginspirasi banyak orang untuk melihat sisi terang di tengah kegelapan.