Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan untuk memasukkan sastra sebagai bagian integral dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia. Keputusan ini diambil untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak dini dan mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis serta kreativitas di kalangan siswa.
Sastra yang dianggap sebagai salah satu bagian penting dari kebudayaan Indonesia, kini diberikan ruang lebih besar dalam pendidikan. Melalui pembelajaran sastra, siswa diharapkan tidak hanya dapat menikmati cerita-cerita yang penuh makna, tetapi juga mampu memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam karya-karya tersebut. Pembelajaran sastra ini akan mencakup berbagai genre, mulai dari puisi, prosa, hingga drama, dengan tujuan untuk mengenalkan keindahan bahasa dan memperluas wawasan budaya mereka.
Menurut sejumlah pakar pendidikan, memasukkan sastra dalam kurikulum merupakan langkah penting untuk memperkenalkan siswa pada kekayaan bahasa Indonesia. Selain itu, sastra juga diyakini dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memahami sudut pandang orang lain, serta meningkatkan empati mereka terhadap berbagai isu sosial. Karya sastra, baik dari penulis lokal maupun internasional, mengandung pelajaran berharga yang dapat memperkaya karakter siswa.
Langkah ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama para pendidik dan pecinta sastra, yang melihat pentingnya menjadikan karya sastra sebagai bagian dari pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap sastra, diharapkan siswa akan semakin terampil dalam menyampaikan gagasan mereka melalui tulisan dan bicara, serta lebih sensitif terhadap perasaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari.
Pengenalan sastra di sekolah-sekolah juga menjadi momentum yang tepat untuk menggali potensi penulis muda di Indonesia. Dengan semakin banyaknya karya sastra yang dibaca dan dihargai, generasi baru penulis diharapkan dapat terus bermunculan dan memberikan kontribusi besar dalam memperkaya dunia sastra tanah air.
Sastra di kurikulum bukan hanya sekadar pelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi yang lebih dalam, sekaligus membentuk karakter dan wawasan generasi penerus bangsa.