(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
CILACAP – Sanggar Tari Rama Shinta, berdiri sejak 6 November 2012, menjadi wadah pelestarian seni tari tradisional di Cilacap. Di tengah derasnya modernisasi, sanggar ini terus membina anak-anak untuk mengembangkan kreativitas lewat tarian. Pelatih sanggar, Kiki, mengatakan bahwa sanggar hadir sebagai respon atas kebutuhan masyarakat lokal untuk mempertahankan identitas budaya.
“Sanggar ini berfokus pada pelestarian seni tari tradisi sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas anak-anak agar mereka tidak kehilangan akar budaya,” ujar Kiki. Ia menambahkan, lokasi sanggar yang berada di Adipala turut memengaruhi pemilihan bahasa dalam setiap pertunjukan, yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat.
Penggunaan unsur sastra menjadi salah satu ciri dalam sejumlah pementasan di Sanggar Tari Rama Shinta. Sanggar ini kerap memasukkan bahasa daerah dalam bentuk mantra, geguritan, dan teks lagu sesuai kebutuhan pertunjukan. “Tidak semua karya memakai unsur sastra, tetapi ketika alurnya membutuhkan, penggunaan bahasa Banyumas dapat memperkuat suasana,” ungkap Kiki.
Dalam proses penciptaan karya, Sanggar Rama Shinta banyak memanfaatkan cerita rakyat Nusantara sebagai dasar alur tari. Beberapa di antaranya ialah Cerita Panji, Anoman Obong, Ande-Ande Lumut, dan Bandung Bondowoso. Cerita-cerita tersebut dipilih karena memiliki struktur dramatik yang kuat dan mudah diterjemahkan ke dalam bentuk tari.
Kiki menyampaikan bahwa respons penonton terhadap perpaduan sastra dan tari sejauh ini positif. Menurutnya, eksplorasi tersebut memberi karakter berbeda dari pertunjukan tari pada umumnya. “Penonton justru lebih tertarik ketika ada penggabungan unsur sastra,” ujarnya.
Ke masa mendatang, sanggar berencana terus mengembangkan konsep tersebut sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman. Kiki menegaskan bahwa perpaduan antara sastra dan tari akan menjadi fokus dalam pertunjukan berikutnya. “Kami ingin menghadirkan karya yang lebih matang. Penggabungan unsur sastra ini akan terus kami kembangkan,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, Sanggar Tari Rama Shinta menunjukkan bahwa seni tari tradisional tetap dapat hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi, terutama ketika unsur sastra dan tari dipadukan secara kreatif dan bermakna.
Melalui perpaduan sastra dan tari inilah, Sanggar Rama Shinta membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, tetapi denyut hidup yang terus bergerak melampaui zaman.
Editor:
