Nikmat Kopi, Derita Lambung: Dilema Mahasiswa dengan Asam Lambung

Kopi telah menjadi gaya hidup populer di kalangan mahasiswa, menawarkan energi dan konsentrasi untuk mengejar deadline tugas dan belajar. Namun, bagi mahasiswa dengan asam lambung, kopi justru dapat menjadi ancaman.

Kafein dalam kopi memicu produksi asam lambung berlebih, menyebabkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, hingga heartburn. Hal ini memicu rasa tidak nyaman yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski menyadari risiko ini, banyak mahasiswa kesulitan menghentikan kebiasaan minum kopi. “Saya tahu kopi nggak baik buat asam lambung saya, tapi tanpa kopi, saya nggak bisa fokus,” ujar Shafira, mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Pernyataan seperti ini menunjukkan dilema yang dihadapi oleh mereka: antara kebutuhan untuk tetap produktif dan risiko kesehatan yang mengintai. Beberapa mahasiswa bahkan mencoba mengakalinya dengan memilih kopi yang dianggap lebih ringan, seperti kopi tanpa kafein atau kopi susu. Nyatanya anggapan ini kurang tepat karena kafein yang lebih rendah dalam kopi tetap bersifat asam dan dapat memicu iritasi pada lambung.

Sebagai solusi, mahasiswa dianjurkan mengganti kopi dengan jus buah tanpa gula dan menerapkan pola hidup sehat. Kesadaran menjaga kesehatan lambung menjadi penting di tengah padatnya jadwal akademik. Dengan kebiasaan sehat, mahasiswa dapat tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang. Ingatlah, kesehatan adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *