Kue lapis atau biasa disebut lapis merupakan kue tradisional Indonesia yang memiliki bentuk berlapis dengan rasa manis dan kenyal. Dinamakan lapis karena bentuknya berlapis-lapis dengan berbagai variasi warna. Ada lapis yang dibuat dengan susunan warna-warna pelangi, namun ada juga yang hanya 2–3 warna. Pewarna dari lapis bisa menggunakan pewarna makanan dan ada juga yang menggunakan pewarna alami, seperti sari pandan, coklat bubuk, sari buah naga, ubi, dan lain-lain. Bahan-bahan untuk membuat lapis, antara lain, tepung beras, tepung kanji, santan, gula pasir, garam, dan pewarna makanan atau pewarna alami.
Lapis tidak sekadar makanan biasa, melainkan memiliki filosofis yang mendalam. Dilihat dari bentuknya yang berlapis-lapis ini menyimbolkan persatuan dari berbagai lapisan masyarakat sehingga terciptalah kerukunan. Menurut orang-orang yang pernah membuat lapis, dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam membuatnya karena cukup rumit dan memerlukan waktu yang tidak singkat demi menghasilkan lapis yang sempurna.
Biasanya, lapis dihidangkan pada acara adat atau acara lainnya, bahkan untuk kudapan sehari-hari. Lapis juga kerap ditemui di pasar tradisional yang dijual sebagai bagian dari jajanan tradisional. Ada pula yang menjadikan lapis sebagai hantaran dalam pernikahan atau sebagai oleh-oleh.